Senin, 17 Maret 2008
Upsss.......
Senin, 03 Maret 2008
Waktu

Kamis, 28 Februari 2008
Angle of Mine
I have fallen from sky, Fallen to the ground, I am the angel of sadness, Angel of lost hopes, Angel of lost dreams, I am the fallen angel, Fear me not, I am here for reason, That reason is to have a second chance in life, That life I was given for a reason, They took my wings, They took me apart made me human, I was the fallen angel, But that fallen angel had one chance in life that she was given, This angel won’t make the same mistakes she made before, This angel will go down the right path that has been chosen for her, This fallen angel know what she has to do to be forgiven.Senin, 25 Februari 2008
Penantian

Minggu, 24 Februari 2008

Jumat, 21 Desember 2007
Belajar Dari Samsung Electronics
Perasaan antipati serupa,mengilhami filosofi kerja Samsung Electronics. Sejak berkonsentrasi memperoduksi perangkat elektronik pada tahun 1972, Samsung memilih Sony yang notabene dianggap mewakili negara Jepang, sebagai pesaing utama.Yang unik adalah urutan filosofi kinerjanya :
· Saat Sony ( baca: bangsa Jepang ) tidur, Samsung harus sudah bangun.
· Saat Sony bangun, Samsung harus sudah mulai bekerja.
· Saat Sony mulai bekerja, Samsung harus sudah berjalan
· Saat Sony sudah berjalan, Samsung harus sudah berlari.
Tahun 2006 , Samsung terbukti mampu mengalahkan Sony dalam hal merek, harga saham, dan kapitalisasi market. Sehingga filosofi yang digunakannya layak dipertimbangakan. Bila jadi kemeingan Samsung atas Sony merupakan strating point yang dapat dianalogikan untuk kemenangan Bank Mandiri yang pada tahun ini telah duduk sejajar dengan bank-bank service leader.
Penerapan filosofi yang diterapkan oleh Samsung di dalam meninggal ketertingalanya membuat perusahaan tersebut sadar bahwa apa yang mereka miliki memang dapat dijadikan competitvei advantage yang dimiliki untuk dapat bersaing dengan kekuatan sendiri.
Kalau diibaratkan juga dengan bayi yang baru lahir. Kelengahan yang dilakukan kedua orang tua di dalam mengurus mereka maka akan banyak waktu yang akan hilang. Dari proses tengkurp hingga ke merangkak memang sebuah proses tapi kecepatan dari prosess itu tidak dpaat diukur jika tidak terdapat pembandingnya.
Mengungguli perusahaan yang sudah mature dengan capital yang besar serta kemampanan memang membutuhkan startegi yang tepat. Mulai dari kapan startegi itu dibuat atau diformulasikan hingga pada saat pemilihan cara yang terbaik dari yang baik untuk menjalankan strategi formulasi itu sendiri.
Staretegi yang baik belum tentu dapat berjalan dengan optimal jika tidak didukung oleh semua orang yang terlibat di dalamnya. Oleh karena itu diperlukan suatu wacana yang dapat mengkomunikasikan hal tersebut agar mudah dimengerti serta dijalankan. Langkah yang tepat adalah melakukan sesuatu lebih dahulu dibandingkan dengan apa yang dilakukan oleh competitor kita.
Dari pengalaman Samsung Electronic ada tiga hal utama yang dapat ditangkap oleh sebuah indudtri perbankan untuk dapat meningkatkan servicenya, dianatra :
Pertama, Transformation Lessons. Jika tahun 2005 , dianalogikan sebagai tahapan maturity bagi bank Mandiri menuju zone comfort, berarti kita sedang berjalan menuju masa kirisis. Dibutuhkan mental juara untuk dapat mengantarkan kita terus menjalankan transformasi di bidang service, berupa continous improvement demi tercipta competitive adavantage.
Kedua, branding lesson. Survei MRI telah mengantarkan bank mandiri mengantongi brand identity sebagai bank dengan pelayanan terbaik ke-3 seluruh Indonesia. Hal ini menyebabkan semua insane bank mandiri pendukung service harus mempertahankanya sebagai upaya menciptakan brand intregrity yang diharapkan menegakkan brand image sebagai good service provider.
Ketiga, Innovation lesson. Yang terdiri dari Service Innovation ( IS ) dan Technology Innovation ( IT ). Sudah semestinya SI diupayakan secara terus menerus demi mengisi room for improvement yang menganga di setiap sub aspek yang kurang menggembirakan. Sementara TI, hamper tidak ada lagi bisnis yang sanggup memisahkan diri dari penggunaan teknologi. TI yang meringankan tugas fronliners juga mampu menjadi competitive advantage faktor dalam meiningkatkan brand image bank mandiri.
Selasa, 18 Desember 2007
IT Memberi Nilai Tinggi pada Bisnis
Implemnetasi penggunaan IT untuk opersional bank Mandiri pada saat ini dikenal dengan system enterprise Mandiri Advance System ( eMAS). Peranan system ini semakin besar tak kala roadmap bank mandiri untk menjadi regional champion bank sudah berada di depan mata. Tidak ada lagi pembenahan system secara besar-besarn karena yang dilakukan sekarang system yang telah dibuat harus dapat berlari bersama dengan unit bisnis yang lain untuk mencapai tujuan perusahaan. Program eMAS terbukti mendukung pencapaian adaptive information environment , dimana hal tersebut sejalam dengan visi IT yaitu Information on Demand, Technology on Tap.
Sistem eMAS memang menjadi dasar IT yang direbcanakan akan terus digunakan hingga tahun 2010, karena system ini dinilai sangat fleksibel terhadap kebutuhan bisnis yang diinginkan bank. Rencana strategi untuk IT diprioritaskan untuk pertama, operational excellence melalui peningkatan produktivitas, kehandalan, dan layanan IT yang setara dengan benchmark regional, serta memastikan kelincahan dalam memberikan layanan dan penyediaan teknologi. Kedua, business solutions excellence, yang intinya meningkatkan pengadopsian solusi IT yang adaptip terhadap kebutuhan bisnis dan dapat memberikan nilai bisnis yang tinggi. Ketiga, information excellence, dengan cara memperluas kapabilitas manajemen informasi melalui penyediaan information on demand yang akurat dan berguna. Jika ketiga hal tersebut di tersebut berjalan dengan semstinya maka dapat menjadi katalisator bagi bank mandiri untuk menjadi Dominant Multi-Specialist Bank. Hanya bank yang memiliki IT dengan kualitas operasi yang istimewa, solusi-solusi bisnis yang akurat dan tepat waktu, yang akan mampu bersaing di tataran nasional, regional bahkan internasional.
Namun muncul pertanyaan besar : Bisakah para karyawan mengoptimalkan kapabilitas dan kapasitas IT yang telah dimiliki dan mengembangkan serta mengimplementasikannya?
Untuk itu IT di fokuskan pada empat area utama yaitu, support all business unit, time to market and ability to change, efficiency, availability and reliability.
IT mendukung semua unit bisnis yang ada dengan memberikan komitmen layanan prima dengan memberikan solusi yang menjadi focus utama pertumbuhan bisnis, seperti keunggulan di sisi electronic banking, enhancement dan pengayaan fitur-fitur baru untuk semua channel terus dilakukan sera CRM dan pengembangan system for innovation .
Fokus pada time to market and ability to change, bahwa system eMAS yang dibangun memiliki karakteristik yang dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Termasuk jika nantinya akan terdapat keputusan startejik untuk melakukan merger.
Yang tak kalah penting untuk ditingkatkan adalah efisiensi. Dalam istilah IT efisiensi adalah the name of the game, disini berlaku adagium yaitu siapa yang efisien pasti survive. Efisien bagi IT adalah terletak pada solusi yang diberikan. Serta kemampuan untuk mendayagunakan (leverage) gteknoligi terbaru yang memiliki total cost of ownership yang lebih rendah, serta optimalisasi kapabilitas dan kapasitas system yang telah ada . Sehingga return on investment mankin meningkat, serta secara berkesinabungan mengurangi kebergantungan dari pihak luar melalui pengembangan kapabilitas sumber data internal.
Sebagai gambaran buruknya jika terlalu memaksimalkan penggunaan control IT secara sentral adalah ketika transaksi on line . Penguna transaksi on line setiap harinya tidak hanya berjalan untuk internak perusahaan namun juga digunkan olh para nasabah untuk melakukan operasional perusahaanya, jika IT terpusat mengalami masalah dan berakibat pada off line maka bisa dibayakan berapa transaksi yang batal serta kerugian yang di derita oleh bank dan nasabahnya. Serta turunnya kualitas service yang akan dirasakan oleh nasabah yanh pada akhirnya menurunkan citra bank tersebut.
Sampai saat ini industry perbankan memang tergantung kepada peningkatan penggunaan IT sebagai sarana utama pelayanan selain peningkatan service itu sendiri.
